//
you're reading...
Multivariat

Path analisis (analisis jalur) VS analisis SEM

apa sih beda analisis jalur dan SEM?
gimana yah njelasinya, susah-susah gampang. Mungkin sebagian orang mengatakan bahwa pembeda keduanya terletak pada jenis variabel yang sedang diteliti. Kalo variabel laten menggunakan SEM tapi kalo variabel non laten menggunakan Jalur. Tapi apakah benar demikian? Yuk kita bahas…
Lalu apakah sebenarnya yang mendasari kita untuk menggunakan analisis ini? Sekali lagi kita harus kembali ke awal mengapa kita mengadakan penelitian ini. Intinya kita mengadakan penelitian kan karena kita ingin mengetahui pemecahan dari suatu masalah. Atau ingin mengetahui mengapa fenomena-fenomena tersebut terjadi. Nah kesemuanya itu kan muaranya pada penjawaban terhadap apa yang menjadi sumber pertanyaan dasar dari penelitian itu sendiri.
Jadi ya bermula dari pengen sampai sejauh mana kita mengetahui variabel2 laten tersebut. Hubunganya kah? Pembentukan/strukturnya kah? apa yang dominan dari variabel2 pembentukannya? atau hanya ingin mengetahui bagaimana hubungan yang terjadi dari variabel2 laten tersebut dari data yang ada?
Pertanyaan2 itu yang seharusnya dijawab diawal sebelum menggunakan alat analisis jalur dan SEM. bahkan semua analisis pun harus seperti itu. Tapi, maaf nih jadi ngelantur kemana2,,hehe,,yah hitung2 ini baru awal tulisan ini aja. ya sekedar berbagi pengalaman aja. hehe. kalo ada yang mau mengkoreksi sangat dianjurkan.
Jadi pertanyaan yang bisa dijawab oleh analisis jalur adalah bagaimana hubungan2 antar variabel. Tapi hubungan disini tidak seperti hanya pada analisis regresi biasa. Akan tetapi suatu variabel Independent bisa jadi var dependent bagivariabel lainnya. Atau bisa dikatakan, bisa jadi suatu variabel itu tidak berpengaruh langsung terhadap variabel dependent, tapi ia berpengaruh ketika melalui variabel independent lainnya. Untuk lebih jelasnya silahkan baca buku-buku mengenai analisis jalur ini. Sedangkan analisis SEM selain dapat mengetahui bagaimana hubungan yang terjadi diantara variabel2 laten juga dapat mengetahui bagaimana pembentukan variabel laten tersebut. Variabel2 pembentuk mana yang dominan dan seberapa kuatkah suatu variabel laten dapat menjelaskan variasi yang terjadi pada variabel2 pembentuknya.
Jadi dengan SEM, kita akan mendapatkan analisis yang lebih luas lagi dan lebih mendalam mengeai suatu variabel laten dan hubungannya dibandingkan dengan ketika kita menganalisis variabel laten dengan analisis jalur.
Sehingga apabila kita hanya mau mengetahui bagaimana hubungan antara variabel laten tersebut ya cukup dengan analisis jalur saja sudah cukup. Tapi dengan catatan, hubungan disini adalah hubungan yang menjadi tujuan dari penggunaan analisis jalur, bukan hubungan seperti ketika hanya menggunakan analisis regresi. Hati-hati lho ya…
OK akan kita bahas lain kali saja untuk pembahasan lebih mendalam….

About Agung Andiojaya

Simple is better,,, Semoga dengan kesederhanaan ini aku bisa menjadi Hamba yang mendapat Rahmat-Mu dan menjadi hamba yang bermanfaat bagi alam yang Engkau ciptakan.

Diskusi

8 thoughts on “Path analisis (analisis jalur) VS analisis SEM

  1. Mau tanya dunk

    adakah ada kelebihan analisis jalur dibandingkan SEM ???? trus selain alasn SEM untuk menganalisa lebih dalam, apakah ada alasan yg lebih kuat untuk menggunakan analisa jalur dalam penelitian??

    Terima kasih. Mohon informasinya ya🙂

    Posted by Windy | Januari 18, 2011, 8:51 am
    • Windy yang berbahagia, maaf kalau baru buka blog ini. Coz, lama menepi dari dunia blog. Tapi semoga masih bermanfaat untuk penelitiannya ya. Sebenarnya, penggunaan alat analisis itu tergantung pada tujuan dari penelitian yang dilakukan.
      Sama saja kalau orang sakit demam dan orang yang sakit kepala. Obatnya ada dua, satunya paracetamol satunya aspirin. Untuk orang yang sakit demam yang disertai sakit kepala, mungkin kalau dikasih aspirin cuma bisa meredakan sakit kepalanya saja tanpa menurunkan demamnya. Tapi orang tersebut dapat teratasi penyakit keduanya dengan meminum paracetamol.
      Begitu juga sebaliknya, orang yang cuma sakit kepala, cukup diberi aspirin. Tapi kalau dikasih paracetamol bagaimana? ya bisa sembuh juga. Akan tetapi kan agak mubadzir.
      Sama dengan SEM dan analisis jalur. Kalau bingung dengan analisis ini, kembalikan lagi pada pemecahan masalah penelitian yang menjadi tujuan dari penelitian itu sendiri.
      Bagaimana? semoga membantu ya..

      Posted by agung andiojaya | April 27, 2011, 1:56 am
  2. Dua-duanya perlu di pakai nich ………

    Posted by Dedi Haryanto | Juni 22, 2011, 2:55 pm
  3. mau tanya dong,, masih bingung dengan perbedaan penggunaan antara regresi linier berganda dengan analisis satu jalur (model analisis jalur yang paling sederhana),, mksi sblmnya

    Posted by dhita | Agustus 9, 2012, 12:55 pm
    • Kalau kita gunakan gambar sebagai representasi modelnya, maka:
      1. Analisis regresi linear berganda (RLB) : semua variabel X nya langsung berhubungan dengan Y
      2. Analisis jalur yang satu jalur : misal ada Y, X1, X2. maka X1 bisa jadi berpengaruh terhadap Y tapi melalui X2. sedangkan X2 berpengaruh langsung terhadap Y. nah gambar model untuk kondisi ini kan satu jalur.
      Sebagai catatan:
      Analisis jalur itu dasarnya adalah analisis regresi. Semoga terjelaskan ya..

      Posted by agung andiojaya | Agustus 10, 2012, 9:01 am
  4. Bisa ngga kalo analisis jalur pake software lisrel? Dan kenapa alasannya?

    Posted by kartika mala | April 27, 2014, 2:18 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: