//
you're reading...
Bingkai Perjalanan

Episode Transisi….47

Pada tataran mahasiswa, detik ini merupakan suatu moment yang sangat penting. Karena sekali lagi, kita dihadapkan pada suatu momentum transisi. Momentum yang seharusnya tidak asing bagi kita, karena telah dilewati berkali-kali, walaupun dengan tataran yang berbeda. Namun, seakan-akan kita baru mengalaminya saat ini.

Masih segar dalam ingatan kita saat-saat kita dalam masa transisi SD ke SMP, SMP ke SMA, dan seterusnya.Namun, selalu ada yang harus digaris bawahi dalam setiap transisi tersebut. Harus ada yang dicetak tebal. Karena ternyata kita sejatinya sedang menyelesaikan satu episode kehidupan kita dan bersiap untuk memasuki episode kehidupan yang lain. Ada peran baru, tantangan baru, dan tanggung jawab baru yang akan kita lakoni. Sang Sutradara sudah menyiapkan itu semua bagi kita. Untuk itu, sewajarnyalah kita pada masa ini berbahagia karena telah menyelesaikan episode lama, dan bersiap untuk menerima peran baru di episode baru. Mungkin juga sebagian atau bahkan kebanyakan bersedih dengan berbagai kenangan yang telah melekat erat karena penghayatannya pada peran yang lalu. Tetapi tetap tataplah masa depan. Karena itu yang akan dihadapi.

Bersyukurlah kita yang mampu menghayati dengan baik dan memainkan peran-peran yang kita terima dengan sungguh-sungguh pada episode sebelumnya, karena ia merupakan bekal yang sangat berharga untuk memainkan peran-peran pada episode yang baru. Selain itu juga selamat pada kita yang telah menjadi aktor dan aktris terbaik dan bersiap untuk mendapatkan bonus dari produser dan Sutradara.

Bagaikan sekumpulan burung-burung yang sedang bermigrasi. Pada awalnya berkumpulnya berasal dari segala penjuru arah, yang kemudian karena kesamaan visi membentuk kumpulan untuk mencapai tujuan. Ini dilakukan sekali lagi untuk memperkuat kawanan. Dan ini secara fitrah merupakan kebutuhan untuk mempertahankan diri. Layaknya kawanan ini pun sesekali berhenti di suatu terminal transisi untuk melepas lelah dan mengumpulkan bekal untuk melanjutkan perjalanan. Tak ayal juga pada terminal ini terjadi perpisahan karena ada satu atau beberapa individu yang harus tinggal atau memisahkan diri dari kawanan. Tapi semua itu tak menyurutkan tekad kawanan untuk mencapai tujuan, dan mereka yakin bahwa individu-individu tadi juga memiliki tujuan yang sama walaupun mereka menempuh jalan yang berbeda atau dengan sengaja atau tidak sengaja tinggal untuk menunggu kawanan berikutnya.

Hidup, tak pernah akan jauh dari cerminan alam. Ia adalah suatu bayangan berkas-berkas cahaya pantulan dari alam. Dengan segala peran yang telah digariskan oleh sang Sutradara terbesar sejagat raya. Kita tentunya selalu ingin dapat tampil sebaik mungkin. Untuk itu tiap-tiap kita sebenarnya tidak patut disebut pribadi-pribadi yang berjuang untuk hidup. Akan tetapi pribadi-pribadi yang hidup untuk suatu perjuangan. Karena penjuangan itu sendiri yang tidak akan pernah ada putusnya dan kita pun akan selalu mengiringinya sampai kita tidak dapat lagi berada disamping ataupun menyokongnya karena kita sendiri telah terhentikan oleh sang maut.

Hidup itu harus bermanfaat, jadilah selalu aktor atau aktris yang sangat baik dan bersungguh-sungguh memainkan peranan. Jadikan lawan main atau rekan main kita selalu merasa nyaman disaat beradu akting dengan kita. Sejalanlah dengan pedoman dan arahan sang Sutradara. Jangan melenceng, jangan menambah-nambahi, ataupun mengurang-ngurangi. Improvisasi boleh dilakukan asalkan semakin menguatkan peran yang sedang kita lakoni.

BRAVO STIS ANGKATAN 47….SEMOGA SUKSES DI MASA YANG AKAN DATANG….

SEBUAH EPISODE KEHIDUPAN AKAN SEGERA DIMULAI…..

About Agung Andiojaya

Simple is better,,, Semoga dengan kesederhanaan ini aku bisa menjadi Hamba yang mendapat Rahmat-Mu dan menjadi hamba yang bermanfaat bagi alam yang Engkau ciptakan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: