//
you're reading...
Keluarga, Keuangan

Jangan Sisakan Uang, tapi Habiskan atau Sisa uang tersebut akan Habis

Segebok Uang

Ilustrasi

Hari ini (Rabu, 22 Juni 2011) setelah sampai kantor telat, saya ambil nafas dulu sembari membaca salah satu media massa online. Sampai ketemu dengan artikel yang berjudul “Jangan Sisakan Uang, tapi Habiskan”. Judul yang amat singkat tapi membuat saya penasaran, kenapa harus dihabiskan bukankah dulu orang tua saya pun selalu mewanti-wanti :”Nak, kalo kamu dah gajian, jangan dihabiskan semua ya. Tapi ya mbok disisakan buat yang lain,,”.

Sedetik kemudian, saya klik judul artikel tersebut, dan saya baca dengan seksama. Ternyata apa yang disampaikan oleh Pak Ahmad Gozali itu, yang dimaksud dengan habiskan disini adalah menghabiskan di “Jalan yang Benar”. Apakah jalan yang benar itu? Masih menurut beliau, ada prioritas yang diperhatikan dalam mengatur pengeluaran uang itu sendiri. Urutan prioritasnya : “Mulai melakukan kewajiban agama atau sosial, membayar utang, saving, baru shopping“. Ooo, jadi begitu tho yang dimaksud dengan jangan sisakan tapi habiskan itu. Lalu saya ingat lagi pesan orang tua saya, memang uang tersebut ada sisanya, tapi ya nanti pasti habis juga.

Maka dari itu, kata Pak Ahmad, kita diminta aja untuk menghabiskan langsung tetapi dengan jalan yang benar tadi. Pertama adalah kita harus jeli memisahkan mana pos-pos untuk investasi, dan non investasi atau kebutuhan.

Dari prioritas yang telah disebutkan oleh Pak Ahmad tadi, mengapa kewajiban terhadap agama dulu, karena memang hidup kita adalah untuk ibadah. Sehingga untuk mewujudkan rasa syukur kita, utamakan kewajiban agama kita. Kemudian utang, karena kalau di ajaran Islam, utang-utang inilah yang akan menjadi batu ganjalan pada waktu diakhirat nanti. Sedangkan kalau di dunia ini, ya pastinya adalah kewajiban kita yang harus ditunaikan kepada orang lain. Kemudian baru saving, karena merupakan investasi kita untuk masa depan. Nah, yang terakhir baru untuk belanja harian.

Akan tetapi, ada yang kurang dari yang disebutkan tadi. Kita harus siapkan juga pos dana darurat. Mungkin kita akan bertanya, mengapa pos tersebut harus ada, padahal kan udah ada tabungan. Ya, pada awalnya, pemikiran tersebut memang benar adanya. Tapi, dengan keadaan yang semakin berkembang seperti saat ini. Pos tersebut mesti kita pisahkan dari tabungan kita dan kita munculkan sendiri sebagai dana darurat.

So, biar jelas pengeluarannya keana aja, jangan disisakan ya tapi habiskan semua uang anda, but kepada jalan yang benar tentunya. Coz, kalau tidak, sisa uang yang udah mati-matian kita upayakan itu akan habis menguap entah kemana.

About Agung Andiojaya

Simple is better,,, Semoga dengan kesederhanaan ini aku bisa menjadi Hamba yang mendapat Rahmat-Mu dan menjadi hamba yang bermanfaat bagi alam yang Engkau ciptakan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: