//
you're reading...
Bingkai Perjalanan

Gubernur DKI juga Gubernurnya Warga Jabodetabek dan Indonesia

kartu suara

Perhelatan pesta rakyat DKI sudah berlalu. Pada 11 Juli 2012 lalu, akhirnya pasangan Jokowi-Ahok, dan Foke-Nara menjadi 2 terbesar berdasarkan hasil Quick count oleh beberapa lembaga survei (Jokowi-Ahok: 42%, dan Foke-Nara:34% ). Dari pengalaman sebelumnya, tentunya jika hasil ini tidak banyak berubah, maka kedua pasangan ini akan melaju pada putaran kedua.

Tentunya siapapun yang akan menjadi Gubernur nantinya akan menghadapi betapa peliknya permasalahan Jakarta. Bahkan, tidak hanya Jakarta, tetapii juga permasalahan daerah penyokong Jakarta, yaitu Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Bodetabek). Memang sejatinya gubernur Jakarta mau tidak mau tidak bisa hanya memikirkan dengan kacamata kuda tentang Jakarta yang meliputi Jakarta dan Kep. Seribu, tapi juga bagaimana membangun interkonektivitas yang mumpuni dengan wilayah Bodetabek. Bahkan juga harus jeli dan responsif terhadap peluang, ancaman, tantangan, dan hambatan yang dapat timbul oelh daerah tersebut.

Jakarta kota dinamis, sedinamis perubahan jumlah penduduknya. Sebagaimana kita tahu bahwa dalam sehari semalam akan ada dua kondisi jumlah penduduk Jakarta yang berbeda. Saya sebut adalah jumlah penduduk siang dan malam. Penduduk Jakarta, menurut hasil Sensus Penduduk 2010 sudah lebih dari 8 Juta. Pada siang hari, jumlah ini bertambah setidaknya lebih dari 2 juta. Belum dengan terus mengalirnya rombongan wisata dengan destinasi Jakarta. Menjadikan Jakarta wilayah terpadat di Indonesia.

Permasalahan yang timbul adalah bagaimana membuat interkonektivitas antar wilayah. Infrastruktur jalan terutama. Mengapa? karena bagaimana cara untuk membuat aliran masuk dan keluar Jakarta ini menjadi nyaman. Jalur darat, laut dan udara menyimpan bom waktu masalah. Jika tidak terselesaikan, maka Jakarta tak ubahwa menjadi kota benang kusut.

Stasiun, terminal, dan Bandara tersibuk.

Jakarta sebagai jantung transportasi nasional dan internasional pun harus menjadi perhatian. Gubernur harus mampu berpikir dan bertindak futuristik, dan komprehensif. Menyadari peran sentral Jakarta dalam peta lalu lintas nasional menjadikan pelayanan transportasi di jakarta juga harus ekstra prima. Fakta menyatakan bahwa stasiun, terminal, dan bandara di jakarta tergolong sebagai tempat tersibuk dan terpadat di dunia. Dengan aliran penduduk keluar masuk setiap harinya mencapai jutaan. Jika hal ini dibiarkan terus tanpa ada peremajaan dan pembangunan regulasi dan infrastruktur yang memadai, dalam jangka dekat, transportasi di Jakarta hanya akan menjadi transportasi berbahaya dan jangka panjang mungkin akan ada kemacetan total transportasi di Jakarta.

Untuk itu, sang gubernur nantinya harus mengenali bagaimana seluk beluk Jakarta, bekerja penuh pengabdian pada Rakyat bukan malah mencari untung. Karena peliknya permasalahan yang saling kait berkait ini. Dan peras Jakarta dalam kancah nasional dan global.

About Agung Andiojaya

Simple is better,,, Semoga dengan kesederhanaan ini aku bisa menjadi Hamba yang mendapat Rahmat-Mu dan menjadi hamba yang bermanfaat bagi alam yang Engkau ciptakan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: