//
you're reading...
Bingkai Perjalanan

Juara 1 LCCI ke-5 Forsimpta : Gara-gara Leher Tukang Adzan

“Yak, sebelum dibacakan pertanyaan terakhir, kita lihat skor sementara, BI (Bank Indonesia, red) memimpin dengan skor 975, kemudian takaful keluarga dengan 925, disusul BPS dan takaful umum dengan 900.” komentar juri.

“Berarti pertanyaan terakhir ini menentukan ya”,lanjut ustadz Sayba (Syaiful Bahri,red) sang juri.

Sejurus kemudian suasana begitu heningnya. dan peserta grup B (BPS), C (takaful keluarga), D (BI) dan E (takaful umum) sama-sama tegang dan melototin sang juri yang gak segera membacakan soal.

“……wah…saya kok jadi takut nih mau bacain soal terakhirnya, pada serem-serem sih muka’nya..”, kata juri yang langsung disusul gelak tawa penonton dan pendukung 5 tim didepan.

“Soal terakhir,,,,Keutamaan muadzin yang pada hari kiamat…tteeeeettttt……..”, pertanyaan dipotong grup E (takaful umum), “yak grup E silahkan menjawab,”

“Akan masuk surga dan dihindarkan dari api neraka” jawab jubir grup E.

“Salah,,,,,tttteeeeeeeeeeeettttttt,,,,,,,yak grup C”. grup C menyela, tapi berhubung soal belum selesai dan kemungkinan mau jawab yang sama jadi ya grup C diam aja. Jadi kedua grup dikurangi nilainya 50 poin.

“Keutamaan muadzin yang pada hari kiamat akan menjadi ciri-cirinya…tteeettttttt………”.BPS langsung menyela dan menjawab dengan semangat 45 “Lehernya panjang..”

“………….” sejenak suasana hening.

“….yak 100 untuk BPS, dan dengan demikian BPS menjadi juaranya…Allohuakbar…” juri mengumumkan juara LCCI ke-5 kali ini.

Yah, itulah sepenggal kisah dramatis penentuan juara di pertanyaan terakhir. Alhamdulillah, setelah puasa gelar 2 tahun di LCCI ke-3 dan ke-4, akhirnya pada LCCI kali ini BPS kembali dapat meng-“inapkan” trophy bergilir sekaligus “menorehkan” kembali nama Badan Pusat Statistik pada prasasti kecil di badan piala.

Memang sejak format materi lomba berubah, BPS menjadi tim yang susah sekali menembus 5 besar sekalipun. Dibandingkan pada LCCI 1 dan LCCI 2 dimana BPS berhasil menjadi juara 3 dan juara 1. Format materi menjadi momok bagi BPS, pada LCCI 1 dan LCCI 2 masih bersifat umum. Tapi sejak LCC3 sampai terakhir, format materi ditentukan oleh dewan juri dan terspesialisasi di Riyadhusshalihin. Format awal yang mengadu pengetahuan berubah menjadi siapa yang kuat hafalannya tentang riyadushalihin. Itulah mengapa di LCCI 3 dan LCCI 4 Tim BPS susah menangnya, apalagi dengan komposisi tim yang senior semua. Jangankan mau nelatenin menghafal, untuk meluangkan membaca dalam waktu yang mepet terkadang juga harus memaksa.

Nah, kejelian manajer tahun inilah yang berbuah berkah. Dengan melakukan regenerasi dan memadukan pemain senior dan junior, akhirnya berhasil juga menjadi “El Champione” LCCI ke-5 ini. Disamping memang mungkin ini rezeki bagi pesertanya di tengah persiapan lebaran,,,hehe,,who knows about Alloh’s plan…^^

About Agung Andiojaya

Simple is better,,, Semoga dengan kesederhanaan ini aku bisa menjadi Hamba yang mendapat Rahmat-Mu dan menjadi hamba yang bermanfaat bagi alam yang Engkau ciptakan.

Diskusi

One thought on “Juara 1 LCCI ke-5 Forsimpta : Gara-gara Leher Tukang Adzan

  1. Selamat ya buat Mas Agung dan Teman-teman…semoga tidak hanya juara nya saja yang dinikmati. Tapi ilmu yang didapat pada waktu lomba itu yang akan bermanfaat…but, disamping itu FORZA BPS…

    Posted by Peselancar Blog | Agustus 9, 2012, 2:26 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: