//
you're reading...
Bingkai Perjalanan, Inspiratif

Mengenal dan Meraih Manzillah (Kedudukan) Kita (Part 1): Melalui Sifat Allah: Ar-Rafii’

flying

Mengenal dan Meraih Manzillah (Kedudukan) Kita (Part 1)

Melalui Sifat Allah: Ar-Rafii’

Kajian pada hari ini (Senin, 9 November 2015) dibawakan oleh Ustadz Luqman menjelaskan tentang kedudukan kita di sisi Allah dan bagaimana cara agar Allah mengangkat derajat kita. Menarik untuk didimak karena sejatinya dari 99 asma’ul husna, ada dua sifat Allah yang berhubungan dengan derajat/kedudukan/manzilah manusia yaitu Ar-Rafii’ (yang Maha Mengangkat/Meninggikan) dan Al Khaafidh (yang Maha Merendahkan).

Tandanya apa, ketika kita pada suatu saat mendapatkan suatu kedudukan yang dengan kedudukan itu kita menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan manusia yang lain maka sejatinya Allah sedang mengenalkan nama-Nya Ar-Rafii’. Dan begitupun sebaliknya jika kita sedang jatuh, maka Allah sedang mengenalkan nama-Nya Al Khaafidh.

Bagaimana menakar kedudukan kita dihadapan Allah?

Diantara manusia ada tiga jenis prasangka terkait kedudukan dihadapan Allah SWT.

  1. Orang yang terlalu pesimis mengenai kedudukannya dihadapan Allah. Orang yang demikian akan selalu ragu-ragu dalam tindakannya karena selaludiliputi kecemasan mengenai kedudukannya di mata Allah SWT.
  2. kebalikannya orang nomor satu, yaitu orang yang terlalu percaya diri mengenai kedudukannya di Mata Allah SWT. Ia menganggap dialah yang paling dekat dengan Allah melebihi manusia lain. Sehingga sifat yang tampak akhirnya adalah kesombongan/ujub.
  3. Orang yang pas takarannya.

Dalam menakar kedudukan kita terhadap Allah SWT, Rasulullah memberikan kunci: “Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah, maka hendaknya memperhatikan bagaimana kedudukan Allah dalam hatinya. Maka sesungguhnya Allah menepatkan (mendudukan) hamba-Nya, sebagaimana hamba itu mendudukan Allah dalam jiwanya (hatinya)”.

Cukup sederhana bukan, So, dimanakah kedudukan kita menurut petunjuk Rasulullah SAW tersebut? Silahkan dijawab sesuai dengan hati masing-masing.

Meraih Derajat yang Tinggi

Lalu adakah cara untuk meningkatkan derajat kedudukan kita disisi Allah SWT? Jika sudah mengenal sifat Allah Ar-Rafii’ maka sebenarnya kita tidak bisa hanya berhenti disini, harus lanjut kepada bagaimana cara agar Allah dapat meninggikan derajat kita. Setidaknya ada tiga hal yang dapat kita lakukan berkaitan dengan upaya kita agar Allah menaikkan kedudukan kita yaitu:

1. Menuntut Ilmu
Sebagaimana Firman Allah dalam Surat Al-Mujadillah ayat 11:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Dalam firman tersebut Allah SWT secara jelas mengangkat (yarfa’) orang-orang yang beriman. Lalu di kuatkan lagi dengan penyebutan “Darojaaat” bagi orang-orang yang berilmu. Kata “Darojaat” disini bermakna ada beberapa tingkatan (karena berbunyi panjang) jika hanya “Darojat” ini bermakna satu tingkatan. Sehingga khusus bagi orang yang diberi ilmu oleh Allah SWT, Dia meninggikan beberapa derajat lagi.
Dalam ayat ini pun secara tersirat mengharuskan kita memperhatikan adab-adab dalam menuntut ilmu dan bersungguh-sungguh dengan harapan Allah akan memberikan ilmu Nya kepada kita. Karena banyak kita perhatikan dengan seksama bahwa banyaknya orang-orang yang menuntut ilmu tapi tidak mendapatkan apa yang dituntutnya (istilahnya masuk telinga kanan keluar telinga kiri).

2. Berinteraksi dengan Al-Quran

Sudah sangat jelas bahwasanya orang-orang yang senantiasa berinteraksi dengan Al-Quran (baik membaca, menghafal bahkan yang baru belajar) akan diangkat derajatnya di dunia maupun diakhirat kelak. Bahkan Alquran akan menjadi salah satu makhluk Allah yang dapat memberi syafaat bagi para penjaganya.

Untuk itu Bersungguh-sungguhlah dalam berinteraksi dengan Al-Quran karena ia penyelamat kita didunia maupun di Akhirat kelak. Sehingga kita terhindar dari para pembaca Quran tapi dilaknat oleh Quran itu sendiri. Sebagaimana disabdakan Rasulullah: “Tak jarang bahwa seseorang membaca Al Qur’an, namun Al Qur’an itu melaknat pembacanya”.

3. Kalimatut Thoyyib wa Amalush Sholih

Yang dimaksud disini adalah kalimat Laa ilaa ha ila Allah. Kalimat yang menafikkan/meniadakan segala sesuatu kecuali Allah SWT. Dzikirkan kalimat ini dan amalkan.

About Agung Andiojaya

Simple is better,,, Semoga dengan kesederhanaan ini aku bisa menjadi Hamba yang mendapat Rahmat-Mu dan menjadi hamba yang bermanfaat bagi alam yang Engkau ciptakan.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: