//
you're reading...
Beasiswa, LPDP

Berjuang dengan Beasiswa LPDP: Pengalaman Pendaftaran

Saya mengenal Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sejak 2013 lalu. LPDP merupakan salah satu penyedia beasiswa bagi kita-kita yang ingin melanjutkan studi ke jenjang Master atau Doktoral baik di dalam maupun di luar negeri. Mungkin kita juga bertanya-tanya, apa sih perbedaannya dibandingkan dengan penyedia beasiswa yang lainnya. Kalau menurut kacamata pribadi saya, pertama LPDP membuka pendaftaran sepanjang tahun, kedua jumlah calon penerima beasiswa relatif lebih banyak dibandingkan dengan penyedia beasiswa lainnya, dan yang ketiga penerimaan uang beasiswa dijamin nggak telat (kalau yang ini jujur pada saat tulisan ini dibuat belum mengalami, tapi saya mendengarkan langsung dari penjelasan Menteri Keuangan, Pak Bambang Brodjo).

Terus mengapa saya kok baru di tahun 2016 ini mulai proses mendaftar LPDP ini? Eng..ing..eng,, jawabnya adalah karena syarat Toefl saya yang gak nyampe 550. So, itulah mengapa akhirnya saya coba malang melintang mencoba beasiswa lainnya terlebih dahulu yang nawarin kesempatan belajar ke luar negeri tapi syarat toefl nya gak tinggi-tinggi amat. Sebagai scholarship hunter, kita sama-sama tahu lah,,,hehe..

 

Pengalaman Pendaftaran

Saya mendaftar seleksi LPDP pada pembukaan penerimaan periode Oktober 2015 s.d. januari 2016. Tapi saya submit pendaftarannya pas mepet-mepet penutupannya. Karena sekali lagi waktu itu saya benar-benar harus menunggu hasil Toefl ITP saya keluar. Saya baru tes Toefl ITP di UI Salemba pas tanggal 23 Desember 2015 dan hasilnya keluar pas setahun kemudian tanggal 8 Januari 2016,,hehe. Maklum banyak hari libur di awal tahun jadinya yang harusnya hasil tes bisa didapat setelah 7 hari kerja, jadinya malah lebih dari 7 hari. Dag..dig..dug pas ngambil hasilnya, dan pas terima amplop dari Mbak di UI nya, alhamdulillah, skor toefl nya pas-pas an lah. Maksudnya pas buat ndaftar pas bisa..hehe..

Segera pas tau nilai toefl saya buka lagi aplikasi pendaftaran saya. Eh iya saya lupa, untuk mendaftar LPDP, kita berhadapan dengan sistem lho ya. Jadi semua proses pendaftaran dilakukan online melalui alamat: beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id. Nah disini kita diminta mengisi form-form elektronik yang ada dan meng-upload berbagai macam berkas persyaratan yang diminta LPDP.

Saran saya, persiapkan semua berkas – berkas yang diminta oleh LPDP selengkap-lengkapnya dan pastikan setiap dokumen yang diunggah pada saat pendaftaran online juga ada dokumen aslinya karena akan diperiksa pada saat seleksi wawancara. O ya bagi kita-kita yang lulusan perguruan tinggi kedinasan dimana ijazah dan transkrip nilai  masih di tahan oleh perguruan tinggi karena masa ikatan dinas belum habis, yang di upload di sistem adalah scan ijazah dan transkrip yang dilegalisir. Kemudian untuk proses wawancara nya kita akan diminta untuk membuat semacam surat keterangan bahwa ijazah dan transkrip kita masih ditahan karena masih dalam masa ikatan dinas. Surat ini bisa didapatkan dari institusi yang melakukan penahanan ijazah dan transkrip kita atau dari instansi tempat kita bekerja. Kalau pengalaman saya, surat tersebut saya buat dengan legalisasi dari pejabat setingkat eselon III di kantor tempat saya bekerja.

 

About Agung Andiojaya

Simple is better,,, Semoga dengan kesederhanaan ini aku bisa menjadi Hamba yang mendapat Rahmat-Mu dan menjadi hamba yang bermanfaat bagi alam yang Engkau ciptakan.

Diskusi

2 thoughts on “Berjuang dengan Beasiswa LPDP: Pengalaman Pendaftaran

  1. Nice share. Semoga sukses ya.

    Posted by Eng | April 3, 2016, 9:36 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: